NAMA : IKA MUSTIKA WATI
NPM : 01 14 104
KELAS : A 1 KOMUNIKASI
Definisi Komunitas Perubahan dan
Perkembangan Organisasi
Terdapat bermacam – macam definisi komunitas dari perkembangan dan
perubahan organisasi menurut para ahli. Namun sebelum membahas definisi komunitas
dalam perkembangan dan perubahan organisasi, ada baiknya kita mengetahui arti
dari perkembangan, perubahan dan organisasi itu sendiri.
Menurut Kamus Besar Bahasa
Indonesia, perkembangan adalah perihal berkembang. Selanjutnya, kata
berkembang menurut Kamus Besar Bahasa Indonesia ini berarti mekar terbuka atau
membentang; menjadi besar, luas, dan banyak, serta menjadi bertambah sempurna
dalam hal kepribadian, pikiran, pengetahuan, dan sebagainya. Dengan demikian,
kata "berkembang" tidak saja meliputi aspek yang berarti abstrak
seperti pikiran dan pengetahuan, tetapi juga meliputi aspek yang bersifat
konkret. Secara singkat,
perkembangan adalah proses atau tahapan pertumbuhan ke arah yang lebih maju.
Dikutip dari Wikipedia, Organisasi adalah suatu kelompok orang dalam suatu
wadah untuk tujuan bersama. Sedangkan menurut para ahli terdapat beberapa
pengertian organisasi sebagai berikut:
Ø Stoner mengatakan bahwa organisasi adalah suatu pola hubungan-hubungan yang
melalui mana orang-orang di bawah pengarahan atasan mengejar tujuan bersama.
Ø James D. Mooney mengemukakan bahwa organisasi adalah bentuk setiap
perserikatan manusia untuk mencapai tujuan bersama.
Ø Chester I. Bernard berpendapat bahwa organisasi merupakan suatu sistem
aktivitas kerja sama yang dilakukan oleh dua orang atau lebih.
Ø Stephen P. Robbins menyatakan bahwa Organisasi adalah kesatuan (entity)
sosial yang dikoordinasikan secara sadar, dengan sebuah batasan yang relatif
dapat diidentifikasi, yangbekerja atas dasar yang relatif terus menerus untuk
mencapai suatu tujuan bersama atau sekelompok tujuan.
Dari penjelasan diatas dapat disimpulkan bahwa, Perkembangan dan Perubahan
Organisasi adalah suatu proses membesar atau meluasnya sebuah organisasi ke
arah yang lebih baik.
Faktor – Faktor Penyebab Perubahan dan Perkembangan Organisasi di Dalam
Sebuah Komunitas
Faktor– faktor penyebab perubahan organisasi terdiri dari dua faktor, yaitu factor intern dan faktor ekstern.
1.
Faktor Intern adalah segala keseluruhan
faktor yang ada di dalam organisasi dimana faktor tersebut
dapat mempengaruhi organisasi dan kegiatan organisasi. Faktor Intern terdiri
dari :
a.
Perubahan kebijakan
lingkungan.
b.
Perubahan struktur organisasi.
c.
Volume kegiatan
bertambah banyak.
d.
Sikap dan perilaku
para anggota organisasi.
2.
Faktor Ekstern adalah
segala keseluruhan faktor yang ada di luar organisasi
yang dapat mempengaruhi
organisasi dan kegiatan organisasi. Faktor
ekstern diantaranya terdiri dari :
a.
Politik.
b.
Hukum.
c.
Kebudayaan.
d.
Teknologi.
e.
Sumber daya alam.
f.
Kompetisi yang semakin
tajam antar organisasi..
g.
Perubahan lingkungan
baik lingkungan fisik maupun sosial.
Dari faktor-faktor diatas sangatlah besar kemungkinan
suatu organisasi dapat berubah, entah kearah yang lebih positif maupun sebaliknya.
Proses Perubahan dan Perkembangan Organisasi di Dalam
Sebuah Komunitas
Meskipun banyak sekali konsep - konsep
mengenai pengembangan organisasi sekarang ini, yang mungkin akan saling tumpang tindih,
barangkali definisi yang dikemukakan oleh Cummings (1996) akan membantu kita
untuk dapat lebih memahami konsep pengembangan organisasi. Menurut Cummings
(1989), pengembangan organisasi adalah suatu aplikasi konsep atau teori dengan
menggunakan suatu sistem di mana konsep-konsep ilmu pengetahuan digunakan untuk
mengembangkan organisasi secara terencana dan dengan menggunakan semua strategi
yang dimiliki organisasi untuk meningkatkan efektivitas kinerja organisasi.
Selanjutnya, Cummings (1989) juga menyatakan bahwa konsep (ilmu pengetahuan) di
dalam pengembangan organisasi itu pada dasarnya merupakan faktor-faktor yang
membedakan pengembangan organisasi dengan pendekatan lain dalam kaitannya
dengan peningkatan kinerja organisasi.
Sementara itu Tyagi (2000) mengajukan pendapatnya,
bahwa pengembangan organisasi sebagai suatu usaha yang terencana, sistematis,
terorganisasikan, dan lebih bersifat kolaboratif antara prinsip pengetahuan
tentang perilaku dan teori organisasi dipadukan dan diaplikasikan (integreated
and aplicated) guna meningkatkan kualitas kehidupan organisasi yang
tercermin pada peningkatan kesehatan dan vitalitas organisasi. Pendapat Tyagi
ini hampir sama dengan pendapat pakar organisasi yang lebih dulu disebutkan,
hanya Tyagi lebih memfokuskan pada hasil (outcome) dari OD, yaitu
intensitas komunikasi internal organisasi yang meningkat, kompetensi dan harga
diri anggota kelompok yang semakin baik, dan adanya pengakuan dari masyarakat
bahwa organisasi tersebut telah semakin baik dalam kinerjanya.
Yang dimaksud dengan proses perubahan suatu organisasi
adalah tata cara untuk mencapai perubahan organisasi yang lebih baik dan lebih
berkembang. Langkah tersebut terdiri dari:
a. Mengadakan Pengkajian : Dengan kita mengkaji ulang
suatu sistem, kita dapat mengetahui apakah suatu organisasi tersbut dapat
berjalan dengan baik atau tidak dengan memakai sistem yang lama. Jika tidak
ada perubahan dalam organisasi tersebut kita dapat membuat suatu sistem
yang lebih baik lagi. Perubahan yang terjadi di luar organisasi itu
mencakup berbagai bidang, antara lain politik, ekonomi, teknologi, hukum,
sosial budaya dan sebagainya. Perubahan tersebut mempunyai dampak terhadap
organisasi, baik dampak yang bersifat negatif maupun positif. Dampak
bersifat negatif apabila perubahan itu menjadi hambatan bagi kelancaran,
perkembangan dan kemajuan organisasi. Dampak bersifat positif apabila
perubahan itu dapat memperlancar kegiatan, perkembangan dan kemajuan
organisasi atau dalam bentuk kesempatan-kesempatan baru yang tidak tersedia sebelumnya.
b. Mengadakan Identifikasi : Yang perlu diidentifikasi
adalah dampak perubahan perubahan yang terjadi dalam organisasi. Setiap
faktor yang menyebabkan terjadinya perubahan organisasi harus diteliti
secara cermat sehingga jelas permasalahannya dan dapat dipecahkan dengan
tepat.
c. Menetapkan Perubahan : Sebelum langkah-langkah
perubahan diambil, pimpinan organisasi harus yakin terlebih dahulu bahwa
perubahan memang harus dilakukan, baik dalam rangka meningkatkan kemampuan
organisasi maupun dalam rangka mempertahankan eksistensi serta
pengembangan dan pertumbuhan organisasi selanjutnya.
d. Menentukan Strategi : Apabila pimpinan organisasi
yakin bahwa perubahan benar-benar harus dilakukan maka pemimpin organisasi
harus segera menyusun strategi untuk mewujudkannya.
e. Melakukan Evaluasi : Untuk mengetahui apakah hasil
dari perubahan itu bersifat positif atau negatif, perlu dilakukan
penilaian. Apabila hasil perubahan sesuai dengan harapan berarti
berpengaruh postif terhadap organisasi, dan apabila sebaliknya berarti negatif.
Tujuan Perubahan
dan Perkembangan Organisasi di Dalam Sebuah
Komunitas
Tujuan dari perubahan dan pengembangan organisasi ini
adalah untuk meningkatkan suatu kehendak yang kita inginkan untuk mencapai
sebuah tujuan yang jelas.
Macam-macam tujuan perubahan dan perkembangan organisasi,
yaitu:
1.
Untuk mempererat organisasi satu dengan organisasi yang lainnya.
2.
Untuk meningkatkan mutu dari organisasi tersebut/organisasi yang telah
dibuat.
3.
Untuk meningkatkan peranan organisasi di masyarakat luas.
4.
Untuk memberikan dampak positif kepada masyarakat.
5.
Untuk melakukan penyesuaian terhadap perubahan organisasi yang telah
dibuat.
Dampak Perubahan dan Perkembangan Organisasi di Dalam Sebuah Komunitas
Dampak perubahan dan pengembangan dalam organisasi
dapat menjadi dampak yang positif jika tujuan dari suatu organisai dapat
tercapai. Dampak terbagi menjadi dua, yaitu:
1.
Dampak Positif
Dampak yang memberi rasa nyaman kepada masyarakat
karena telah mempercayai organisasi yang telah diikuti.
2.
Dampak Negatif
Dampak negatif dari organisasi adalah dapat
menimbulkan keresahan di masyarakat, dan berakibat keruntuhan dari organisasi
tersebut yang pada akhirnya proses perkembangan organisasi tersebut menjadi
gagal total.
STUDY KASUS
Contoh Organisasi
Komunitas Yang Berdampak Negatif
Front Pembela Islam (FPI) adalah sebuah organisasi massa Islam bergaris
keras yang berpusat di Jakarta. FPI dideklarasikan pada 17 Agustus 1998 di
halaman Pondok Pesantren Al Um, Kampung Utan, Ciputat, di Selatan Jakarta oleh
sejumlah Habib, Ulama, Mubaligh dan Aktivis Muslim dan disaksikan ratusan
santri yang berasal dari daerah Jabotabek. Pendirian organisasi ini hanya empat
bulan setelah Presiden Soeharto mundur dari jabatannya, karena pada saat
pemerintahan orde baru presiden tidak mentoleransi tindakan ekstrimis dalam
bentuk apapun. FPI pun berdiri dengan tujuan untuk menegakkan hukum Islam di
negara sekuler.
Selain beberapa kelompok internal, yang disebut oleh FPI sebagai sayap
juang, FPI memiliki kelompok Laskar Pembela Islam, kelompok paramiliter dari
organisasi tersebut yang kontroversial karena melakukan aksi-aksi penertiban
(sweeping) terhadap kegiatan - kegiatan yang dianggap maksiat atau bertentangan
dengan syariat Islam terutama pada bulan Ramadan dan seringkali berujung pada
kekerasan.
Organisasi ini terkenal dan kontroversial karena aksi - aksinya sejak tahun
1998. Rangkaian aksi yang berujung pada kekerasan sering diperlihatkan dalam
media massa. Beberapa waktu yang lalu, organisasi massa Islam ini melakukan
aksi unjuk rasa didepan gedung DPRD yang berakhir ricuh. Akibat aksi mereka
ini, belasan anggota polisi luka - luka sedangkan 20 anggota FPI diamankan.
Dari contoh diatas, dapat dilihat bahwa organisasi yang awal berdirinya
bertujuan untuk menegakkan hukum Islam berkembang menjadi organisasi yang di
cap sebagai organisasi anarkis.
Contoh Organisasi Komuitas
Yang Berdampak Positif
Koperasi adalah organisasi bisnis yang dimiliki dan dioperasikan oleh
orang-seorang demi kepentingan bersama. Koperasi melandaskan kegiatan
berdasarkan prinsip gerakan ekonomi rakyat yang berdasarkan asas kekeluargaan.
Koperasi diperkenalkan di Indonesia oleh Raden Arta Wiriaatmadja dari
Purwokerto, Jawa Tengah pada tahun 1896. Bekerja sama dengan E Sieburg, R. Arta
Wiraatmadja mendirikan koperasi kredit sistem Riffeisen. Gerakan koperasi
semakin meluas bersamaan dengan munculnya pergerakan nasional menentang
penjajahan. Gerakan koperasi semakin meluas bersamaan dengan munculnya
pergerakan nasional menentang penjajahan.
Berdirinya Boedi Oetomo, pada tahun 1908 mencoba memajukan koperasi rumah
tangga ( koperasi konsumsi ). Serikat Islam pada tahun 1913 membantu memajukan
koperasi dengan bantuan modal dan mendirikan Toko Koperasi. Pada tahun 1927,
usaha koperasi dilanjutkan oleh Indonesische Studie Club yang kemudian menjadi
Persatuan Bangsa Indonesia ( PBI ) di Surabaya. Partai Nasional Indonesia ( PNI
) di dalam kongresnya di Jakarta berusaha menggelorakan semangat operasi
sehingga kongres ini sering juga disebut “ kongres koperasi ”. Tujuan nya untuk
membantu para anggotanya agar tidak terjerat dengan rentenir.
Setelah Indonesia merdeka semangat mendirikan koperasi bangkit kembali.
Pemerintah mendukung penuh atas pendirian koperasi, khususnya melalui UUD 1945,
pasal 33 ayat 1 pada tanggal 12 Juli 1947. Hingga saat ini koperasi cukup
berkembang pesat dan banyak membantu perekonomian masyarakat khususnya kalangan
menengah kebawah.
Dari contoh diatas, dapat disimpulkan bahwa sebuah organisasi jika tetap
teguh pada jalurnya dapat berkembang dan membantu masyarakat dalam berbagai
bidang khususnya bidang ekonomi.
PENUTUP
Kesimpulan
Dari penjelasan diatas dapat disimpulkan bahwa, setiap organisasi komunitas
ingin berubah dan berkembang menjadi lebih besar dan lebih baik lagi. Namun pada kenyataannya, tidak dapat
dipungkuri bahwa ada beberapa organisasi yang pada saat mereka sudah berkembang,
mereka melenceng dari apa yang mereka rencanakan pada awal pembentukan organisasi
tersebut.
Saran
Setiap organisasi komunitas pasti memiliki tujuan dibalik pembentukan
organisasi tersebut. Ada yang bertujuan untuk menegakkan hukum, ada yang bertujuan untuk
membangun silaturahmi, kepentingan pribadai, ada pula yang dibentuk untuk
bertujuan anarkis. Maka dari itu, kita sebagai anggota masyarakat harus menjadi
benteng untuk organisasi anarkis tersebut agar tidak berkembang dan memperluas
jaringannya.
DAFTAR PUSTAKA
ü http://yupur66.blogspot.com/2013/03/pengembangan-organisasi_8688.html
ü http://kahfiehudson.wordpress.com/2011/12/18/pengembangan-organisasi/
ü http://nandacacingan.blogspot.com/2012/10/makalah-perubahan-dan-perkembangan.html
ü http://boycharotz1st.blogspot.com/2013/01/perubahan-dan-perkembangan-organisasi.htm
ü http://id.wikipedia.org/wiki/Organisasi
ü http://id.wikipedia.org/wiki/Koperasi
ü http://ekonomi.kompasiana.com/bisnis/2013/12/18/perkembangan-koperasi-dan-ukm
ü di-indonesia-617617.html
ü http://wennyekaputri.wordpress.com/2013/10/13/sejarah-perkembangan-koperasi-di-dunia
ü di-indonesia-2/
ü http://www.alwanku.com/2013/02/definisi-perkembangan-menurut-para-ahli.html
ü http://masfiifauzii02.blogspot.com/2013/05/pengertian-perubahan-dan-perkembangan_3.html