Selasa, 01 Desember 2015

TEORI KOMUNIKASI MENURUT MARTIN BUBER



Teori Komunikasi adalah inti ilmu komunikasi, dan karenanya tanpa memahami dan menguasai teori komunikasi, orang tidak akan pernah belajar ilmu komunikasi. Mengenai kualitas suatu hubungan yang menggambarkan sifat. Topik yang membahas hubungan atau relationship merupakan salah satu topik dalam ilmu komunikasi yang paling banyak menarik perhatian karena mengandung banyak sekali aspek menarik di dalamnya.
Martin Buber adalah seorang tokoh penting dalam bidang pemikiran keagamaan pada abad kke-20. Melalui berbagai tulisannya, Buber mengemukakan pandangannya yang utuh mengenai apa arti menjadi manusia pada era modern ini. Adapun hal lain yang mampu mengenai tentang kesadaran diri yang menyangkut suatu hubungan dengan orang lain sehingga memiliki kekuatan tertentu untuk melakukan berbagai hal.
Kemampuan berkomunikasi interpersonal yang baik dan efektif sangat diperlukan oleh manusia agar dia dapat menjalani semua aktivitasnya dengan lancar. Terutama ketika seseorang melakukan aktivitas dalam situasi yang formal, misal dalam lingkungan kerja. Lebih penting lagi ketika aktivitas kerja seseorang adalah berhadapan langsung dengan orang lain dimana sebagian besar kegiatannya merupakan kegiatan komunikasi interpersonal.
Keke atau Gitta Sessa Wanda Cantika adalah seorang gadis remaja yang berusia 13 tahun ketika divonis memiliki penyakit kanker mematikan yang dapat membunuhnya dalam waktu 5 hari. Kanker itu menggerogoti bagian kiri wajahnya sehingga terlihat buruk. Walau dalam keadaan sulit, Keke berjuang untuk tetap hidup dan tetap sekolah seperti seorang gadis normal. Ajaib, Keke mampu bertahan dari penyakit itu selama 3 tahun, melawan vonis kedokteran. Keke, yang sadar hidupnya tak lama lagi kemudian berjuang untuk terakhir kalinya dalam hidup untuk ikut dalam ujian sekolah, impiannya hanya satu, ingin lulus dari bangku SLTP dan merasakan duduk di bangku SMA.
Tuhan menjawab impiannya, ia mampu lulus dengan nilai terbaik di sekolahnya dan akhirnya duduk di bangku SMA walau hanya sehari saja sebelum akhirnya ia menyerah terhadap kankernya. Atas prestasinya dan dedikasi perjuangannya ia meraih siswa teladan Indonesia pada tahun yang sama. Kisahnya menjadi inspirasi jutaan pembacanya yang tersentuh, dan mungkin bagi beberapa penderita kanker yang masih berjuang untuk sembuh.
Hubungan manusia dengan model ini ditandai dengan adanya keterbukaan dan sering kali membawa resiko yang lebih besar, karena bersifat total. Dengan memberikan diriku secara total kepada engkau, aku siap bila tidak ditanggapi.
Dalam hubungan Saya-Obyek/Aku-Anda diperlukan ruang interpersonal karena harus saling menjaga kekhasannya sambil tetap menjalin relasi. Sehingga manusia bisa menerima orang lain sebagai dirinya yang otentik. Karena dengan saling memahami individu satu dengan individu yang lain maka akan terciptalah maksud atau tujuan tertentu dari masing-masing individu tersebut.
Martin Buber sendiri mengidentifikasi tiga tipe interaksi dalam hubungan Saya-Obyek ini dimana suara sendiri lebih dihargai dari pada suara orang lain. Tiga interaksi dalam hubungan Saya-Obyek ini yaitu dapat dilihat pada film “SURAT KECIL UNTUK TUHAN”.
            Tiga tipe interaksi dalam hubungan”saya-obyek” yaitu:
1. Monolog
2. Dialog Teknis (technical dialogue
3. Monolog Seolah Dialog (monologue disguised as dialog) atau Monolog Pura-Pura (disguised monologue).
Komunikasi interpersonal adalah termasuk pesan pengiriman dan penerimaan pesan antara dua atau lebih individu. Hal ini dapat mencakup semua aspek komunikasi seperti mendengarkan, membujuk, menegaskan, komunikasi nonverbal , dan banyak lagi. Sebuah konsep utama komunikasi interpersonal terlihat pada tindakan komunikatif ketika ada individu yang terlibat tidak seperti bidang komunikasi seperti interaksi kelompok, dimana mungkin ada sejumlah besar individu yang terlibat dalam tindak komunikatif Pada dasarnya tidak ada yang salah dengan monolog atau dialog teknis ini Kembali di bahasan sebelumnya tentang tiga tipe interaksi dalam hubungan menurut Martin Buber, karena masing-masing tetap dapat bermanfaat. 
Menurut Buber sendiri setiap orang memiliki pengalaman hidup yang penting dan karenannya perlu dihargai, walaw pun pengalaman orang lain itu berbeda dengan pengalaman kita sendiri. Karena itu kita juga perlu menempatkan diri kita didalam situasi dan kondisi tertentu agar kita dapat mencapai suatu tujuan. Dalam dialog yang baik, anda akan berdiri dijalan, menghargai diri anda dan diri orang lain, walaw pun terdapat perbedaan besar antara anda dan orang lain itu. Anda menyampaikan gagasan anda dengan jelas, tetapi juga mendengar dan menghargai agasan orang lain. Kita juga berjalan di jalan kebebasan dan aturan, individualisme dan aturan.
Intinya adalah adanya pengakuan mengenai jenis komunikasi yang dilakukan, memastikan bahwa komunikasi yang dilakukan pantas bagi suatu hubungan, dan bersikap jujur pada bentuk atau tipe interaksi yang digunakan.
Konsep diri dan Persepsi interpersonal sangat dibutuhkan untuk pencapaian dalam kelancaran komunikasi. Orang yang lancar dalam berkomunikasi berarti orang tersebut mempunyai keahlian dalam berkomunikasi. Persepsi interpersonal besar pengaruhnya bukan saja pada komunikasi interpersonal, tetapi juga pada hubungan interpersonal. Karena itu kecermatan persepsi interpersonal akan sangat berguna untuk meningkatkan kualitas komunikasi interpersonal kita.
Orang yang mempunyai keahlian komunikasi maka komunikasi orang tersebut akan berjalan efektif. Ditambah lagi dengan adanya teori hubungan yang menyangkut monolog dan dialog Martin Buber yang sangat bermanfaat untuk fiterapkan di kehidupan sehari-hari, baik di dalam sebuah individu ataupun bermasyarakat. Kita harus memupuk keahlian kita dalam komunikasi interpersonal melalui konsep diri. Konsep diri seperti yang telah tertuang diatas sangat penting dilakukan agar kita ahli dalam berkomunikasi. Komunikasi yang efektif ditandai dengan hubungan interpersonal yang baik.




Sabtu, 07 November 2015



PENDAHULUAN
      Bagi seorang mahasiswa, bidang studi Sosial Budaya Indonesia merupakan mata pelajaran yang sangat penting. Hal ini akan sangat menbantu pelajaran dari seorang mahasiswa. Saya menulis makalah ini dengan tujuan berbagi ilmu, dan pengetahuan yang saya miliki, dan untuk nilai mata kuliah softskill.
      Dalam makalah ini saya akan membahas tentang ilmu budaya dasar. Yang akan sangat membantu dalam kehidupan sehari-hari seperti berinteraksi dengan sesama makhluk budaya. Materi yang saya tulis mencangkup pengertian Ilmu Budaya Dasar sederhana yang biasa dilakukan dalam kehidupan sehari-hari.
      Saya menyadari bahwa makalah ini masih jauh dari sempurna, baik dari segi isi, cara penyajian ataupun bahasa. Sekiranya tegur sapa pembaca sekalian akan dapat meningkatkan dan menyempurnakan buku ini. Demikianlah, kiranya makalah ini dapat dimanfaatkan dengan sebaik-baiknya.

LATAR BELAKANG
      Latar belakang penulis mengangkat judul Ilmu Budaya Dasar adalah karena untuk menyelesaikan tugas yang diberikan oleh dosen. Selain itu, juga untuk berbagi ilmu dengan mahasiswa lainya. Budaya adalah suatu cara hidup yang berkembang dan dimiliki bersama oleh sebuah kelompok orang dan diwariskan dari generasi ke generasi Budaya terbentuk dari banyak unsur yang rumit, termasuk sistem agama dan politik, adat istiadat, bahasa, perkakas,pakaianbangunan, dan karya seni] Bahasa, sebagaimana juga budaya, merupakan bagian tak terpisahkan dari diri manusia sehingga banyak orang cenderung menganggapnya diwariskan secara genetis. Ketika seseorang berusaha berkomunikasidengan orang-orang yang berbeda budaya dan menyesuaikan perbedaan-perbedaannya, membuktikan bahwa budaya itu dipelajari
Disamping itu, Ilmu Budaya Dasar adalah ilmu yang sangat berguna dan akan terus dipakai seumur hidup. Oleh karena itu saya menulis makalah ini tidak lain adalah untuk memperdalam kemampuan menulis saya dalam menyelesaikan laporan. Budaya adalah suatu pola hidup menyeluruh. budaya bersifat kompleks, abstrak, dan luas. Banyak aspek budaya turut menentukan perilaku komunikatif. Unsur-unsur sosio-budaya ini tersebar dan meliputi banyak kegiatan sosial manusia
Beberapa alasan mengapa orang mengalami kesulitan ketika berkomunikasi dengan orang dari budaya lain terlihat dalam definisi budaya: Budaya adalah suatu perangkat rumit nilai-nilai yang dipolarisasikan oleh suatu citra yang mengandung pandangan atas keistimewaannya sendiri."Citra yang memaksa" itu mengambil bentuk-bentuk berbeda dalam berbagai budaya seperti "individualisme kasar" di Amerika, "keselarasan individu dengan alam" di Jepang dan "kepatuhan kolektif" di Cina.
Citra budaya yang bersifat memaksa tersebut membekali anggota-anggotanya dengan pedoman mengenai perilaku yang layak dan menetapkan dunia makna dan nilai logisyang dapat dipinjam anggota-anggotanya yang paling bersahaja untuk memperoleh rasa bermartabat dan pertalian dengan hidup mereka.
Ilmu Budaya Dasar (IBD) adalah pengetahuan yang mengkaji masalah-masalah budaya, khususnya yang diwujudkan oleh masyarakat dengan menggunakan pengertian-pengertian (fakta, konsep, teori) yang berasal dari berbagai bidang pengetahuan keahlian dalam ilmu-ilmu budaya seperti : sejarah, ekonomi, geografi, sosiologi, antropologi, psykologi budaya. Dengan demikian, budayalah yang menyediakan suatu kerangka yang koheren untuk mengorganisasikan aktivitas seseorang dan memungkinkannya meramalkan perilaku orang lain.

      TUJUAN
  1. Memahami dan menyadari adanya kenyataan-kenyataan budaya dan masalah – masalah budaya yang ada dalam masyarakat.
  2. Peka terhadap masalah-masalah budaya dan tanggap untuk ikut serta dalam usaha-usaha menanggulanginya.
  3. Menyadari bahwa setiap masalah budaya yang timbul dalam masyarakat selalu bersifat kompleks dan hanya dapat mendekatinya mempelajarinya secara kritis dan interdisipliner.
  4. Memahami jalan pikiran para ahli dari bidang ilmu pengetahuan lain dandapat berkomunikasi dengan mereka dalam rangka penanggulangan  masalah budaya yang timbul dalam masyarakat.
Tujuan diberikannya mata kuliah ilmu budaya dasar yaitu dalam rangka usaha untuk memberikan pengetahuan dasar dan pengetahuan umum tentang konsep-konsep yang dikembangkan guna mengkaji gejala-gejala budaya agar daya tanggap, perpepsi dan penalaran mahasiswa dalam menghadapi lingkungan budayanya dapat ditingkatkan, sehingga lebih peka terhadapnya.
Ilmu budaya dasar tidak merupakan gabungan dari ilmu-ilmu budaya yang dipadukan, karena masing-masing sebagai disiplin ilmu memiliki objek dan metode ilmiahnya sendiri-sendiri yang tidak mungkin dipadukan.  Ilmu budaya dasar bukan merupakan disiplin ilmu tersendiri, karena ilmu budaya dasar tidak memiliki objek dan metode ilmiah tersendiri dan juga tidak mengembangkan penelitian sebagai mana suatu disiplin ilmu, seperti ilmu-ilmu budaya di atas.


ISI
Budaya dan Adat Istiadat Jawa Timur
       Kebudayaan dan adat istiadat Suku Jawa di Jawa Timur bagian barat menerima banyak pengaruh dari Jawa Tengahan, sehingga kawasan ini dikenal sebagai Mataraman; menunjukkan bahwa kawasan tersebut dulunya merupakan daerah kekuasaan Kesultanan Mataram. Daerah tersebut meliputi eks-Karesidenan Madiun (Madiun, Ngawi, Magetan, Ponorogo, Pacitan), eks-Karesidenan Kediri (Kediri, Tulungagung, Blitar, Trenggalek) dan sebagian Bojonegoro. Seperti halnya di Jawa Tengah, wayang kulit dan ketoprak cukup populer di kawasan ini.
Kawasan pesisir barat Jawa Timur banyak dipengaruhi oleh kebudayaan Islam. Kawasan ini mencakup wilayah Tuban, Lamongan, dan Gresik. Dahulu pesisir utara Jawa Timur merupakan daerah masuknya dan pusat perkembangan agama Islam. Lima dari sembilan anggota walisongo dimakamkan di kawasan ini.
       Di kawasan eks-Karesidenan Surabaya (termasuk Sidoarjo, Mojokerto, dan Jombang) dan Malang, memiliki sedikit pengaruh budaya Mataraman, mengingat kawasan ini cukup jauh dari pusat kebudayaan Jawa: Surakarta dan Yogyakarta.
       Adat istiadat di kawasan Tapal Kuda banyak dipengaruhi oleh budaya Madura, mengingat besarnya populasi Suku Madura di kawasan ini. Adat istiadat masyarakat Osing merupakan perpaduan budaya Jawa, Madura, dan Bali. Sementara adat istiadat Suku Tengger banyak dipengaruhi oleh budaya Hindu.
       Masyarakat desa di Jawa Timur, seperti halnya di Jawa Tengah, memiliki ikatan yang berdasarkan persahabatan dan teritorial. Berbagai upacara adat yang diselenggarakan antara lain:tingkepan (upacara usia kehamilan tujuh bulan bagi anak pertama), babaran (upacara menjelang lahirnya bayi), sepasaran(upacara setelah bayi berusia lima hari), pitonan (upacara setelah bayi berusia tujuh bulan), sunatanpacangan.
       Penduduk Jawa Timur umumnya menganut perkawinan monogami. Sebelum dilakukan lamaran, pihak laki-laki melakukan acara nako’ake (menanyakan apakah si gadis sudah memiliki calon suami), setelah itu dilakukan peningsetan (lamaran). Upacara perkawinan didahului dengan acara temu atau kepanggih. Untuk mendoakan orang yang telah meninggal, biasanya pihak keluarga melakukan kirim donga pada hari ke-1, ke-3, ke-7, ke-40, ke-100, 1 tahun, dan 3 tahun setelah kematian.
·         Pakaian Adat Jawa Timur
pakaian adat jawa timur ini disebut mantenan. pakaian ini sering digunakan saat perkawinan d masyarakat magetan jawa timur

·         Upacara Adat Magetan
Upacara Labuh sesaji salah satu acara tahunan yang diselenggarakan di Telaga Sarangan. Diadakan pada bulan ruwah, hari Jum’at Pon merupakan acara Bersih Desa dengan ditandai labuh “Sesaji” ke Telaga Sarangan. Tujuannya merupakan ucapan terima kasih dari masyarakat kepada Tuhan Yang Maha Esa karena hadiah dari Tuhan yang berupa Telaga Sarangan, sehingga mendatangkan kemakmuran bagi masyarakat Magetan khususnya dan Indonesia pada umumnya.

·         Wisata Air Terjun Magetan
Air Terjun Tirtosari terletak + – 2,5 Km sebelah barat daya dari Telaga Sarangan, dapat ditempuh dengan naik kuda atau jalan kaki. Pada lokasi Air Terjun Tirtosari ini dapat dinikmati keindahan alam, air yang mengalir dari ketinggian kurang lebih 50 M turun ke bawah melalui celah yang diapit oleh batu-batu terjal sehingga memberikan pemandangan yang indah dan daya tarik tersendiri. Menurut kepercayaan masyarakat bila menikmati Air Terjun Tirtosari kita dapat cantik dan awet muda.
Telaga Sarangan atau disebut juga Telaga Pasir berada di kaki gunung Lawu, berjarak +/ – 16 Km(arah barat) dari Kota Magetan. Para wisatawan dapat menikmati pemandangan alam. Telaga Pasir Sarangan yang mempunyai luas +- 30 Ha dengan kedalaman 28 meter, udara yang sejuk dengan suhu 18-25 C. Di tempat ini beraneka ragam fasilitas hotel, rumah makan, perahu dayung, mainan anak-anak, perahu boat dan kuda yang disediakan bagi para wisatawan dari berbagai daerah maupun wisatawan manca negara.

·         Kerajinan Tangan
Macam-macam produk unggulan kerajinan anyaman bambu berupa : caping, topi, baki, kap lampu, tempat tissue, tempat buah, tempat koran serta macam-macam souvenir dari bambu lainnya. Sentra industri ini terletak di Desa Ringinagung +- 1,5 arah barat daya kota Magetan.

·         Makanan Khas Magetan
Makanan khas Magetan terdiri dari makanan kecil (camilan) : lempeng beras, lempeng ketan, emping mlinjo, rengginan, rangin dari kelapa dan keripik tempe merupakan kegemaran wisatawan dari dalam dan luar daerah kota Magetan. Kegiatan ini pada umumnya dikerjakan oleh ibu-ibu rumah tangga yang sudah profesional terletak di jalan Sawo, Selosari, Magetan.

Kesimpulan:
 Pada dasarnya di Indonesia merupakan bangsa yang paling banyak suku-nya diantara bangsa-bangsa yang lain dan diantara suku-suku itu yang paling banyak jumlah penduduknya yaitu suku bangsa Jawa sendiri yang menempati seluruh daerah Jawa Tengah, Jawa Timur, dan juga Jawa Barat. Adapun sistem kekerabatan yang dianut oleh masyarakat Jawa lebih didasarkan pada prinsip keturunan bilateral atau parental, sedangkan sistem klasifikasi dilakukan menurut angkatan-angkataya. Dalam system religi / kepercayaan suku Jawa mayoritas Agama Islam merupakan agama yang dianut oleh sebagian besar masyarakat suku Bangsa jawa.

DAFTAR PUSTAKA


Jumat, 29 Mei 2015

NAMA       : IKA MUSTIKA WATI
NPM           : 01 14 104
KELAS      : A 1 KOMUNIKASI


Definisi Komunitas Perubahan dan Perkembangan Organisasi

Terdapat bermacam – macam definisi komunitas dari perkembangan dan perubahan organisasi menurut para ahli. Namun sebelum membahas definisi komunitas dalam perkembangan dan perubahan organisasi, ada baiknya kita mengetahui arti dari perkembangan, perubahan dan organisasi itu sendiri.

Menurut Kamus Besar Bahasa Indonesia, perkembangan adalah perihal berkembang. Selanjutnya, kata berkembang menurut Kamus Besar Bahasa Indonesia ini berarti mekar terbuka atau membentang; menjadi besar, luas, dan banyak, serta menjadi bertambah sempurna dalam hal kepribadian, pikiran, pengetahuan, dan sebagainya. Dengan demikian, kata "berkembang" tidak saja meliputi aspek yang berarti abstrak seperti pikiran dan pengetahuan, tetapi juga meliputi aspek yang bersifat konkretSecara singkat, perkembangan adalah proses atau tahapan pertumbuhan ke arah yang lebih maju.

Dikutip dari Wikipedia, Organisasi adalah suatu kelompok orang dalam suatu wadah untuk tujuan bersama. Sedangkan menurut para ahli terdapat beberapa pengertian organisasi sebagai berikut:
Ø  Stoner mengatakan bahwa organisasi adalah suatu pola hubungan-hubungan yang melalui mana orang-orang di bawah pengarahan atasan mengejar tujuan bersama.
Ø  James D. Mooney mengemukakan bahwa organisasi adalah bentuk setiap perserikatan manusia untuk mencapai tujuan bersama. 
Ø  Chester I. Bernard berpendapat bahwa organisasi merupakan suatu sistem aktivitas kerja sama yang dilakukan oleh dua orang atau lebih.
Ø  Stephen P. Robbins menyatakan bahwa Organisasi adalah kesatuan (entity) sosial yang dikoordinasikan secara sadar, dengan sebuah batasan yang relatif dapat diidentifikasi, yangbekerja atas dasar yang relatif terus menerus untuk mencapai suatu tujuan bersama atau sekelompok tujuan.

Dari penjelasan diatas dapat disimpulkan bahwa, Perkembangan dan Perubahan Organisasi adalah suatu proses membesar atau meluasnya sebuah organisasi ke arah yang lebih baik.

Faktor – Faktor Penyebab Perubahan dan Perkembangan Organisasi di Dalam Sebuah Komunitas
Faktor– faktor penyebab perubahan organisasi terdiri dari dua faktor, yaitu factor intern dan faktor ekstern.
1.      Faktor Intern adalah segala keseluruhan faktor yang ada di dalam organisasi dimana faktor  tersebut dapat mempengaruhi organisasi dan kegiatan organisasi. Faktor Intern terdiri dari :
a.    Perubahan  kebijakan  lingkungan.
b.    Perubahan struktur organisasi. 
c.    Volume  kegiatan  bertambah  banyak. 
d.    Sikap  dan  perilaku  para  anggota  organisasi.
2.    Faktor Ekstern adalah segala  keseluruhan  faktor  yang  ada  di  luar  organisasi yang dapat mempengaruhi organisasi  dan  kegiatan  organisasi. Faktor ekstern diantaranya terdiri dari :
a.    Politik.
b.    Hukum.
c.    Kebudayaan.
d.    Teknologi.
e.    Sumber  daya  alam.
f.     Kompetisi  yang  semakin  tajam  antar  organisasi..
g.    Perubahan  lingkungan  baik  lingkungan  fisik  maupun  sosial.

Dari faktor-faktor diatas sangatlah besar kemungkinan suatu organisasi dapat berubah, entah kearah yang lebih positif maupun sebaliknya.

Proses Perubahan dan Perkembangan Organisasi di Dalam Sebuah Komunitas

Meskipun banyak sekali konsep - konsep mengenai pengembangan organisasi sekarang ini, yang mungkin akan saling tumpang tindih, barangkali definisi yang dikemukakan oleh Cummings (1996) akan membantu kita untuk dapat lebih memahami konsep pengembangan organisasi. Menurut Cummings (1989), pengembangan organisasi adalah suatu aplikasi konsep atau teori dengan menggunakan suatu sistem di mana konsep-konsep ilmu pengetahuan digunakan untuk mengembangkan organisasi secara terencana dan dengan menggunakan semua strategi yang dimiliki organisasi untuk meningkatkan efektivitas kinerja organisasi. Selanjutnya, Cummings (1989) juga menyatakan bahwa konsep (ilmu pengetahuan) di dalam pengembangan organisasi itu pada dasarnya merupakan faktor-faktor yang membedakan pengembangan organisasi dengan pendekatan lain dalam kaitannya dengan peningkatan kinerja organisasi.

Sementara itu Tyagi (2000) mengajukan pendapatnya, bahwa pengembangan organisasi sebagai suatu usaha yang terencana, sistematis, terorganisasikan, dan lebih bersifat kolaboratif antara prinsip pengetahuan tentang perilaku dan teori organisasi dipadukan dan diaplikasikan (integreated and aplicated) guna meningkatkan kualitas kehidupan organisasi yang tercermin pada peningkatan kesehatan dan vitalitas organisasi. Pendapat Tyagi ini hampir sama dengan pendapat pakar organisasi yang lebih dulu disebutkan, hanya Tyagi lebih memfokuskan pada hasil (outcome) dari OD, yaitu intensitas komunikasi internal organisasi yang meningkat, kompetensi dan harga diri anggota kelompok yang semakin baik, dan adanya pengakuan dari masyarakat bahwa organisasi tersebut telah semakin baik dalam kinerjanya.

Yang dimaksud dengan proses perubahan suatu organisasi adalah tata cara untuk mencapai perubahan organisasi yang lebih baik dan lebih berkembang. Langkah tersebut terdiri dari:
a.    Mengadakan Pengkajian : Dengan kita mengkaji ulang suatu sistem, kita dapat mengetahui apakah suatu organisasi tersbut dapat berjalan dengan baik atau tidak dengan memakai sistem yang lama. Jika tidak ada perubahan dalam organisasi tersebut kita dapat membuat suatu sistem yang lebih baik lagi. Perubahan yang terjadi di luar organisasi itu mencakup berbagai bidang, antara lain politik, ekonomi, teknologi, hukum, sosial budaya dan sebagainya. Perubahan tersebut mempunyai dampak terhadap organisasi, baik dampak yang bersifat negatif maupun positif. Dampak bersifat negatif apabila perubahan itu menjadi hambatan bagi kelancaran, perkembangan dan kemajuan organisasi. Dampak bersifat positif apabila perubahan itu dapat memperlancar kegiatan, perkembangan dan kemajuan organisasi atau dalam bentuk kesempatan-kesempatan baru yang tidak tersedia sebelumnya.
b.    Mengadakan Identifikasi : Yang perlu diidentifikasi adalah dampak perubahan perubahan yang terjadi dalam organisasi. Setiap faktor yang menyebabkan terjadinya perubahan organisasi harus diteliti secara cermat sehingga jelas permasalahannya dan dapat dipecahkan dengan tepat. 
c.    Menetapkan Perubahan : Sebelum langkah-langkah perubahan diambil, pimpinan organisasi harus yakin terlebih dahulu bahwa perubahan memang harus dilakukan, baik dalam rangka meningkatkan kemampuan organisasi maupun dalam rangka mempertahankan eksistensi serta pengembangan dan pertumbuhan organisasi selanjutnya.
d.    Menentukan Strategi : Apabila pimpinan organisasi yakin bahwa perubahan benar-benar harus dilakukan maka pemimpin organisasi harus segera menyusun strategi untuk mewujudkannya. 
e.    Melakukan Evaluasi : Untuk mengetahui apakah hasil dari perubahan itu bersifat positif atau negatif, perlu dilakukan penilaian. Apabila hasil perubahan sesuai dengan harapan berarti berpengaruh postif terhadap organisasi, dan apabila sebaliknya berarti negatif.

Tujuan Perubahan dan Perkembangan Organisasi di Dalam Sebuah Komunitas

Tujuan dari perubahan dan pengembangan organisasi ini adalah untuk meningkatkan suatu kehendak yang kita inginkan untuk mencapai sebuah tujuan yang jelas.
Macam-macam tujuan perubahan dan perkembangan organisasi, yaitu:
1.    Untuk mempererat organisasi satu dengan organisasi yang lainnya.
2.    Untuk meningkatkan mutu dari organisasi tersebut/organisasi yang telah dibuat.
3.    Untuk meningkatkan peranan organisasi di masyarakat luas.
4.    Untuk memberikan dampak positif kepada masyarakat.
5.    Untuk melakukan penyesuaian terhadap perubahan organisasi yang telah dibuat.

Dampak Perubahan dan Perkembangan Organisasi di Dalam Sebuah Komunitas
Dampak perubahan dan pengembangan dalam organisasi dapat menjadi dampak yang positif jika tujuan dari suatu organisai dapat tercapai. Dampak terbagi menjadi dua, yaitu:
1.             Dampak Positif
Dampak yang memberi rasa nyaman kepada masyarakat karena telah mempercayai organisasi yang telah diikuti.

2.             Dampak Negatif
Dampak negatif dari organisasi adalah dapat menimbulkan keresahan di masyarakat, dan berakibat keruntuhan dari organisasi tersebut yang pada akhirnya proses perkembangan organisasi tersebut menjadi gagal total.

STUDY KASUS

Contoh Organisasi Komunitas Yang Berdampak Negatif

Front Pembela Islam (FPI) adalah sebuah organisasi massa Islam bergaris keras yang berpusat di Jakarta. FPI dideklarasikan pada 17 Agustus 1998 di halaman Pondok Pesantren Al Um, Kampung Utan, Ciputat, di Selatan Jakarta oleh sejumlah Habib, Ulama, Mubaligh dan Aktivis Muslim dan disaksikan ratusan santri yang berasal dari daerah Jabotabek. Pendirian organisasi ini hanya empat bulan setelah Presiden Soeharto mundur dari jabatannya, karena pada saat pemerintahan orde baru presiden tidak mentoleransi tindakan ekstrimis dalam bentuk apapun. FPI pun berdiri dengan tujuan untuk menegakkan hukum Islam di negara sekuler.

Selain beberapa kelompok internal, yang disebut oleh FPI sebagai sayap juang, FPI memiliki kelompok Laskar Pembela Islam, kelompok paramiliter dari organisasi tersebut yang kontroversial karena melakukan aksi-aksi penertiban (sweeping) terhadap kegiatan - kegiatan yang dianggap maksiat atau bertentangan dengan syariat Islam terutama pada bulan Ramadan dan seringkali berujung pada kekerasan.

Organisasi ini terkenal dan kontroversial karena aksi - aksinya sejak tahun 1998. Rangkaian aksi yang berujung pada kekerasan sering diperlihatkan dalam media massa. Beberapa waktu yang lalu, organisasi massa Islam ini melakukan aksi unjuk rasa didepan gedung DPRD yang berakhir ricuh. Akibat aksi mereka ini, belasan anggota polisi luka - luka sedangkan 20 anggota FPI diamankan.

Dari contoh diatas, dapat dilihat bahwa organisasi yang awal berdirinya bertujuan untuk menegakkan hukum Islam berkembang menjadi organisasi yang di cap sebagai organisasi anarkis.


Contoh Organisasi Komuitas Yang Berdampak Positif

Koperasi adalah organisasi bisnis yang dimiliki dan dioperasikan oleh orang-seorang demi kepentingan bersama. Koperasi melandaskan kegiatan berdasarkan prinsip gerakan ekonomi rakyat yang berdasarkan asas kekeluargaan. Koperasi diperkenalkan di Indonesia oleh Raden Arta Wiriaatmadja dari Purwokerto, Jawa Tengah pada tahun 1896. Bekerja sama dengan E Sieburg, R. Arta Wiraatmadja mendirikan koperasi kredit sistem Riffeisen. Gerakan koperasi semakin meluas bersamaan dengan munculnya pergerakan nasional menentang penjajahan. Gerakan koperasi semakin meluas bersamaan dengan munculnya pergerakan nasional menentang penjajahan.

Berdirinya Boedi Oetomo, pada tahun 1908 mencoba memajukan koperasi rumah tangga ( koperasi konsumsi ). Serikat Islam pada tahun 1913 membantu memajukan koperasi dengan bantuan modal dan mendirikan Toko Koperasi. Pada tahun 1927, usaha koperasi dilanjutkan oleh Indonesische Studie Club yang kemudian menjadi Persatuan Bangsa Indonesia ( PBI ) di Surabaya. Partai Nasional Indonesia ( PNI ) di dalam kongresnya di Jakarta berusaha menggelorakan semangat operasi sehingga kongres ini sering juga disebut “ kongres koperasi ”. Tujuan nya untuk membantu para anggotanya agar tidak terjerat dengan rentenir.

Setelah Indonesia merdeka semangat mendirikan koperasi bangkit kembali. Pemerintah mendukung penuh atas pendirian koperasi, khususnya melalui UUD 1945, pasal 33 ayat 1 pada tanggal 12 Juli 1947. Hingga saat ini koperasi cukup berkembang pesat dan banyak membantu perekonomian masyarakat khususnya kalangan menengah kebawah.

Dari contoh diatas, dapat disimpulkan bahwa sebuah organisasi jika tetap teguh pada jalurnya dapat berkembang dan membantu masyarakat dalam berbagai bidang khususnya bidang ekonomi. 

PENUTUP

   Kesimpulan

Dari penjelasan diatas dapat disimpulkan bahwa, setiap organisasi komunitas ingin berubah dan berkembang menjadi lebih besar dan lebih baik lagi. Namun pada kenyataannya, tidak dapat dipungkuri bahwa ada beberapa organisasi yang pada saat mereka sudah berkembang, mereka melenceng dari apa yang mereka rencanakan pada awal pembentukan organisasi tersebut.

  Saran

Setiap organisasi komunitas pasti memiliki tujuan dibalik pembentukan organisasi tersebut. Ada yang bertujuan untuk menegakkan hukum, ada yang bertujuan untuk membangun silaturahmi, kepentingan pribadai, ada pula yang dibentuk untuk bertujuan anarkis. Maka dari itu, kita sebagai anggota masyarakat harus menjadi benteng untuk organisasi anarkis tersebut agar tidak berkembang dan memperluas jaringannya.



DAFTAR PUSTAKA

ü  http://yupur66.blogspot.com/2013/03/pengembangan-organisasi_8688.html
ü  http://kahfiehudson.wordpress.com/2011/12/18/pengembangan-organisasi/
ü  http://nandacacingan.blogspot.com/2012/10/makalah-perubahan-dan-perkembangan.html
ü  http://boycharotz1st.blogspot.com/2013/01/perubahan-dan-perkembangan-organisasi.htm
ü  http://id.wikipedia.org/wiki/Organisasi
ü  http://id.wikipedia.org/wiki/Koperasi
ü  http://ekonomi.kompasiana.com/bisnis/2013/12/18/perkembangan-koperasi-dan-ukm
ü  di-indonesia-617617.html
ü  http://wennyekaputri.wordpress.com/2013/10/13/sejarah-perkembangan-koperasi-di-dunia
ü  di-indonesia-2/
ü  http://www.alwanku.com/2013/02/definisi-perkembangan-menurut-para-ahli.html
ü  http://masfiifauzii02.blogspot.com/2013/05/pengertian-perubahan-dan-perkembangan_3.html