PENDAHULUAN
Bagi seorang mahasiswa,
bidang studi Sosial Budaya Indonesia merupakan mata pelajaran yang sangat
penting. Hal ini akan sangat menbantu pelajaran dari seorang mahasiswa. Saya
menulis makalah ini dengan tujuan berbagi ilmu, dan pengetahuan yang saya
miliki, dan untuk nilai mata kuliah softskill.
Dalam makalah ini saya
akan membahas tentang ilmu budaya dasar. Yang akan sangat membantu dalam
kehidupan sehari-hari seperti berinteraksi dengan sesama makhluk budaya. Materi
yang saya tulis mencangkup pengertian Ilmu Budaya Dasar sederhana yang biasa
dilakukan dalam kehidupan sehari-hari.
Saya menyadari bahwa
makalah ini masih jauh dari sempurna, baik dari segi isi, cara penyajian
ataupun bahasa. Sekiranya tegur sapa pembaca sekalian akan dapat meningkatkan
dan menyempurnakan buku ini. Demikianlah, kiranya makalah ini dapat
dimanfaatkan dengan sebaik-baiknya.
LATAR BELAKANG
Latar belakang penulis
mengangkat judul Ilmu Budaya Dasar adalah karena untuk menyelesaikan tugas yang
diberikan oleh dosen. Selain itu, juga untuk berbagi ilmu dengan mahasiswa
lainya. Budaya adalah suatu cara hidup yang berkembang dan
dimiliki bersama oleh sebuah kelompok orang dan diwariskan dari generasi ke
generasi Budaya terbentuk
dari banyak unsur yang rumit, termasuk sistem agama dan politik, adat istiadat, bahasa, perkakas,pakaian, bangunan, dan karya seni] Bahasa, sebagaimana juga budaya, merupakan bagian tak
terpisahkan dari diri manusia sehingga banyak orang cenderung menganggapnya
diwariskan secara genetis. Ketika seseorang berusaha berkomunikasidengan orang-orang yang
berbeda budaya dan menyesuaikan perbedaan-perbedaannya, membuktikan bahwa
budaya itu dipelajari
Disamping itu, Ilmu Budaya Dasar
adalah ilmu yang sangat berguna dan akan terus dipakai seumur hidup. Oleh
karena itu saya menulis makalah ini tidak lain adalah untuk memperdalam
kemampuan menulis saya dalam menyelesaikan laporan. Budaya adalah suatu pola hidup
menyeluruh. budaya bersifat kompleks, abstrak, dan luas. Banyak aspek budaya
turut menentukan perilaku komunikatif. Unsur-unsur sosio-budaya ini tersebar
dan meliputi banyak kegiatan sosial manusia
Beberapa
alasan mengapa orang mengalami kesulitan ketika berkomunikasi dengan orang dari
budaya lain terlihat dalam definisi budaya: Budaya adalah suatu perangkat
rumit nilai-nilai yang dipolarisasikan oleh suatu citra yang mengandung
pandangan atas keistimewaannya sendiri."Citra yang memaksa" itu
mengambil bentuk-bentuk berbeda dalam berbagai budaya seperti
"individualisme kasar" di Amerika, "keselarasan individu
dengan alam" di Jepang dan "kepatuhan
kolektif" di Cina.
Citra budaya yang bersifat memaksa tersebut membekali
anggota-anggotanya dengan pedoman mengenai perilaku yang layak dan
menetapkan dunia makna dan nilai logisyang dapat dipinjam
anggota-anggotanya yang paling bersahaja untuk memperoleh rasa bermartabat dan
pertalian dengan hidup mereka.
Ilmu Budaya Dasar (IBD) adalah
pengetahuan yang mengkaji masalah-masalah budaya, khususnya yang diwujudkan
oleh masyarakat dengan menggunakan pengertian-pengertian (fakta, konsep, teori)
yang berasal dari berbagai bidang pengetahuan keahlian dalam ilmu-ilmu budaya
seperti : sejarah, ekonomi, geografi, sosiologi, antropologi, psykologi budaya.
Dengan
demikian, budayalah yang menyediakan suatu kerangka yang koheren untuk
mengorganisasikan aktivitas seseorang dan memungkinkannya meramalkan perilaku
orang lain.
TUJUAN
- Memahami dan menyadari adanya kenyataan-kenyataan budaya dan masalah – masalah budaya yang ada dalam masyarakat.
- Peka terhadap masalah-masalah budaya dan tanggap untuk ikut serta dalam usaha-usaha menanggulanginya.
- Menyadari bahwa setiap masalah budaya yang timbul dalam masyarakat selalu bersifat kompleks dan hanya dapat mendekatinya mempelajarinya secara kritis dan interdisipliner.
- Memahami jalan pikiran para ahli dari bidang ilmu pengetahuan lain dandapat berkomunikasi dengan mereka dalam rangka penanggulangan masalah budaya yang timbul dalam masyarakat.
Tujuan diberikannya mata kuliah ilmu
budaya dasar yaitu dalam rangka usaha untuk memberikan pengetahuan dasar dan
pengetahuan umum tentang konsep-konsep yang dikembangkan guna mengkaji
gejala-gejala budaya agar daya tanggap, perpepsi dan penalaran mahasiswa dalam
menghadapi lingkungan budayanya dapat ditingkatkan, sehingga lebih peka
terhadapnya.
Ilmu budaya dasar tidak merupakan
gabungan dari ilmu-ilmu budaya yang dipadukan, karena masing-masing sebagai
disiplin ilmu memiliki objek dan metode ilmiahnya sendiri-sendiri yang tidak
mungkin dipadukan. Ilmu budaya dasar bukan merupakan disiplin ilmu
tersendiri, karena ilmu budaya dasar tidak memiliki objek dan metode ilmiah tersendiri
dan juga tidak mengembangkan penelitian sebagai mana suatu disiplin ilmu,
seperti ilmu-ilmu budaya di atas.
ISI
Budaya dan Adat Istiadat Jawa Timur
Kebudayaan dan
adat istiadat Suku Jawa di Jawa Timur bagian barat menerima banyak pengaruh
dari Jawa Tengahan, sehingga kawasan ini dikenal sebagai Mataraman;
menunjukkan bahwa kawasan tersebut dulunya merupakan daerah kekuasaan Kesultanan Mataram.
Daerah tersebut meliputi eks-Karesidenan Madiun (Madiun, Ngawi, Magetan,
Ponorogo, Pacitan), eks-Karesidenan Kediri (Kediri, Tulungagung, Blitar,
Trenggalek) dan sebagian Bojonegoro. Seperti halnya di Jawa Tengah, wayang
kulit dan ketoprak cukup populer di kawasan ini.
Kawasan pesisir barat Jawa Timur
banyak dipengaruhi oleh kebudayaan Islam. Kawasan ini mencakup wilayah Tuban,
Lamongan, dan Gresik. Dahulu pesisir utara Jawa Timur merupakan daerah masuknya
dan pusat perkembangan agama Islam. Lima dari sembilan anggota walisongo dimakamkan di kawasan ini.
Di kawasan
eks-Karesidenan Surabaya (termasuk Sidoarjo, Mojokerto, dan Jombang) dan
Malang, memiliki sedikit pengaruh budaya Mataraman, mengingat
kawasan ini cukup jauh dari pusat kebudayaan Jawa: Surakarta dan Yogyakarta.
Adat istiadat di
kawasan Tapal Kuda banyak dipengaruhi oleh budaya Madura, mengingat besarnya
populasi Suku Madura di kawasan ini. Adat istiadat masyarakat Osing merupakan
perpaduan budaya Jawa, Madura, dan Bali. Sementara adat istiadat Suku Tengger
banyak dipengaruhi oleh budaya Hindu.
Masyarakat desa
di Jawa Timur, seperti halnya di Jawa Tengah, memiliki ikatan yang berdasarkan
persahabatan dan teritorial. Berbagai upacara adat yang diselenggarakan antara
lain:tingkepan (upacara usia kehamilan tujuh bulan bagi anak
pertama), babaran (upacara menjelang lahirnya bayi), sepasaran(upacara
setelah bayi berusia lima hari), pitonan (upacara setelah bayi
berusia tujuh bulan), sunatan, pacangan.
Penduduk Jawa
Timur umumnya menganut perkawinan monogami. Sebelum dilakukan lamaran, pihak
laki-laki melakukan acara nako’ake (menanyakan apakah si gadis
sudah memiliki calon suami), setelah itu dilakukan peningsetan (lamaran).
Upacara perkawinan didahului dengan acara temu atau kepanggih.
Untuk mendoakan orang yang telah meninggal, biasanya pihak keluarga
melakukan kirim donga pada hari ke-1, ke-3, ke-7, ke-40,
ke-100, 1 tahun, dan 3 tahun setelah kematian.
·
Pakaian Adat Jawa Timur
pakaian adat
jawa timur ini disebut mantenan. pakaian ini sering digunakan saat perkawinan d
masyarakat magetan jawa timur
·
Upacara Adat Magetan
Upacara
Labuh sesaji salah satu acara tahunan yang diselenggarakan di Telaga Sarangan.
Diadakan pada bulan ruwah, hari Jum’at Pon merupakan acara Bersih Desa dengan
ditandai labuh “Sesaji” ke Telaga Sarangan. Tujuannya merupakan ucapan terima
kasih dari masyarakat kepada Tuhan Yang Maha Esa karena hadiah dari Tuhan yang
berupa Telaga Sarangan, sehingga mendatangkan kemakmuran bagi masyarakat
Magetan khususnya dan Indonesia pada umumnya.
·
Wisata Air Terjun Magetan
Air Terjun
Tirtosari terletak + – 2,5 Km sebelah barat daya dari Telaga Sarangan, dapat
ditempuh dengan naik kuda atau jalan kaki. Pada lokasi Air Terjun Tirtosari ini
dapat dinikmati keindahan alam, air yang mengalir dari ketinggian kurang lebih
50 M turun ke bawah melalui celah yang diapit oleh batu-batu terjal sehingga
memberikan pemandangan yang indah dan daya tarik tersendiri. Menurut
kepercayaan masyarakat bila menikmati Air Terjun Tirtosari kita dapat cantik
dan awet muda.
Telaga
Sarangan atau disebut juga Telaga Pasir berada di kaki gunung Lawu, berjarak +/
– 16 Km(arah barat) dari Kota Magetan. Para wisatawan dapat menikmati
pemandangan alam. Telaga Pasir Sarangan yang mempunyai luas +- 30 Ha dengan
kedalaman 28 meter, udara yang sejuk dengan suhu 18-25 C. Di tempat ini
beraneka ragam fasilitas hotel, rumah makan, perahu dayung, mainan anak-anak,
perahu boat dan kuda yang disediakan bagi para wisatawan dari berbagai daerah
maupun wisatawan manca negara.
·
Kerajinan Tangan
Macam-macam
produk unggulan kerajinan anyaman bambu berupa : caping, topi, baki, kap lampu,
tempat tissue, tempat buah, tempat koran serta macam-macam souvenir dari bambu
lainnya. Sentra industri ini terletak di Desa Ringinagung +- 1,5 arah barat
daya kota Magetan.
·
Makanan Khas Magetan
Makanan khas
Magetan terdiri dari makanan kecil (camilan) : lempeng beras, lempeng ketan,
emping mlinjo, rengginan, rangin dari kelapa dan keripik tempe merupakan
kegemaran wisatawan dari dalam dan luar daerah kota Magetan. Kegiatan ini pada
umumnya dikerjakan oleh ibu-ibu rumah tangga yang sudah profesional terletak di
jalan Sawo, Selosari, Magetan.
Kesimpulan:
Pada dasarnya di Indonesia merupakan bangsa
yang paling banyak suku-nya diantara bangsa-bangsa yang lain dan diantara
suku-suku itu yang paling banyak jumlah penduduknya yaitu suku bangsa Jawa
sendiri yang menempati seluruh daerah Jawa Tengah, Jawa Timur, dan juga Jawa
Barat. Adapun sistem kekerabatan yang dianut oleh masyarakat Jawa lebih
didasarkan pada prinsip keturunan bilateral atau parental, sedangkan sistem
klasifikasi dilakukan menurut angkatan-angkataya. Dalam system religi /
kepercayaan suku Jawa mayoritas Agama Islam merupakan agama yang dianut oleh sebagian
besar masyarakat suku Bangsa jawa.
DAFTAR PUSTAKA