Selasa, 01 Desember 2015

TEORI KOMUNIKASI MENURUT MARTIN BUBER



Teori Komunikasi adalah inti ilmu komunikasi, dan karenanya tanpa memahami dan menguasai teori komunikasi, orang tidak akan pernah belajar ilmu komunikasi. Mengenai kualitas suatu hubungan yang menggambarkan sifat. Topik yang membahas hubungan atau relationship merupakan salah satu topik dalam ilmu komunikasi yang paling banyak menarik perhatian karena mengandung banyak sekali aspek menarik di dalamnya.
Martin Buber adalah seorang tokoh penting dalam bidang pemikiran keagamaan pada abad kke-20. Melalui berbagai tulisannya, Buber mengemukakan pandangannya yang utuh mengenai apa arti menjadi manusia pada era modern ini. Adapun hal lain yang mampu mengenai tentang kesadaran diri yang menyangkut suatu hubungan dengan orang lain sehingga memiliki kekuatan tertentu untuk melakukan berbagai hal.
Kemampuan berkomunikasi interpersonal yang baik dan efektif sangat diperlukan oleh manusia agar dia dapat menjalani semua aktivitasnya dengan lancar. Terutama ketika seseorang melakukan aktivitas dalam situasi yang formal, misal dalam lingkungan kerja. Lebih penting lagi ketika aktivitas kerja seseorang adalah berhadapan langsung dengan orang lain dimana sebagian besar kegiatannya merupakan kegiatan komunikasi interpersonal.
Keke atau Gitta Sessa Wanda Cantika adalah seorang gadis remaja yang berusia 13 tahun ketika divonis memiliki penyakit kanker mematikan yang dapat membunuhnya dalam waktu 5 hari. Kanker itu menggerogoti bagian kiri wajahnya sehingga terlihat buruk. Walau dalam keadaan sulit, Keke berjuang untuk tetap hidup dan tetap sekolah seperti seorang gadis normal. Ajaib, Keke mampu bertahan dari penyakit itu selama 3 tahun, melawan vonis kedokteran. Keke, yang sadar hidupnya tak lama lagi kemudian berjuang untuk terakhir kalinya dalam hidup untuk ikut dalam ujian sekolah, impiannya hanya satu, ingin lulus dari bangku SLTP dan merasakan duduk di bangku SMA.
Tuhan menjawab impiannya, ia mampu lulus dengan nilai terbaik di sekolahnya dan akhirnya duduk di bangku SMA walau hanya sehari saja sebelum akhirnya ia menyerah terhadap kankernya. Atas prestasinya dan dedikasi perjuangannya ia meraih siswa teladan Indonesia pada tahun yang sama. Kisahnya menjadi inspirasi jutaan pembacanya yang tersentuh, dan mungkin bagi beberapa penderita kanker yang masih berjuang untuk sembuh.
Hubungan manusia dengan model ini ditandai dengan adanya keterbukaan dan sering kali membawa resiko yang lebih besar, karena bersifat total. Dengan memberikan diriku secara total kepada engkau, aku siap bila tidak ditanggapi.
Dalam hubungan Saya-Obyek/Aku-Anda diperlukan ruang interpersonal karena harus saling menjaga kekhasannya sambil tetap menjalin relasi. Sehingga manusia bisa menerima orang lain sebagai dirinya yang otentik. Karena dengan saling memahami individu satu dengan individu yang lain maka akan terciptalah maksud atau tujuan tertentu dari masing-masing individu tersebut.
Martin Buber sendiri mengidentifikasi tiga tipe interaksi dalam hubungan Saya-Obyek ini dimana suara sendiri lebih dihargai dari pada suara orang lain. Tiga interaksi dalam hubungan Saya-Obyek ini yaitu dapat dilihat pada film “SURAT KECIL UNTUK TUHAN”.
            Tiga tipe interaksi dalam hubungan”saya-obyek” yaitu:
1. Monolog
2. Dialog Teknis (technical dialogue
3. Monolog Seolah Dialog (monologue disguised as dialog) atau Monolog Pura-Pura (disguised monologue).
Komunikasi interpersonal adalah termasuk pesan pengiriman dan penerimaan pesan antara dua atau lebih individu. Hal ini dapat mencakup semua aspek komunikasi seperti mendengarkan, membujuk, menegaskan, komunikasi nonverbal , dan banyak lagi. Sebuah konsep utama komunikasi interpersonal terlihat pada tindakan komunikatif ketika ada individu yang terlibat tidak seperti bidang komunikasi seperti interaksi kelompok, dimana mungkin ada sejumlah besar individu yang terlibat dalam tindak komunikatif Pada dasarnya tidak ada yang salah dengan monolog atau dialog teknis ini Kembali di bahasan sebelumnya tentang tiga tipe interaksi dalam hubungan menurut Martin Buber, karena masing-masing tetap dapat bermanfaat. 
Menurut Buber sendiri setiap orang memiliki pengalaman hidup yang penting dan karenannya perlu dihargai, walaw pun pengalaman orang lain itu berbeda dengan pengalaman kita sendiri. Karena itu kita juga perlu menempatkan diri kita didalam situasi dan kondisi tertentu agar kita dapat mencapai suatu tujuan. Dalam dialog yang baik, anda akan berdiri dijalan, menghargai diri anda dan diri orang lain, walaw pun terdapat perbedaan besar antara anda dan orang lain itu. Anda menyampaikan gagasan anda dengan jelas, tetapi juga mendengar dan menghargai agasan orang lain. Kita juga berjalan di jalan kebebasan dan aturan, individualisme dan aturan.
Intinya adalah adanya pengakuan mengenai jenis komunikasi yang dilakukan, memastikan bahwa komunikasi yang dilakukan pantas bagi suatu hubungan, dan bersikap jujur pada bentuk atau tipe interaksi yang digunakan.
Konsep diri dan Persepsi interpersonal sangat dibutuhkan untuk pencapaian dalam kelancaran komunikasi. Orang yang lancar dalam berkomunikasi berarti orang tersebut mempunyai keahlian dalam berkomunikasi. Persepsi interpersonal besar pengaruhnya bukan saja pada komunikasi interpersonal, tetapi juga pada hubungan interpersonal. Karena itu kecermatan persepsi interpersonal akan sangat berguna untuk meningkatkan kualitas komunikasi interpersonal kita.
Orang yang mempunyai keahlian komunikasi maka komunikasi orang tersebut akan berjalan efektif. Ditambah lagi dengan adanya teori hubungan yang menyangkut monolog dan dialog Martin Buber yang sangat bermanfaat untuk fiterapkan di kehidupan sehari-hari, baik di dalam sebuah individu ataupun bermasyarakat. Kita harus memupuk keahlian kita dalam komunikasi interpersonal melalui konsep diri. Konsep diri seperti yang telah tertuang diatas sangat penting dilakukan agar kita ahli dalam berkomunikasi. Komunikasi yang efektif ditandai dengan hubungan interpersonal yang baik.