Jumat, 29 Mei 2015

NAMA       : IKA MUSTIKA WATI
NPM           : 01 14 104
KELAS      : A 1 KOMUNIKASI


Definisi Komunitas Perubahan dan Perkembangan Organisasi

Terdapat bermacam – macam definisi komunitas dari perkembangan dan perubahan organisasi menurut para ahli. Namun sebelum membahas definisi komunitas dalam perkembangan dan perubahan organisasi, ada baiknya kita mengetahui arti dari perkembangan, perubahan dan organisasi itu sendiri.

Menurut Kamus Besar Bahasa Indonesia, perkembangan adalah perihal berkembang. Selanjutnya, kata berkembang menurut Kamus Besar Bahasa Indonesia ini berarti mekar terbuka atau membentang; menjadi besar, luas, dan banyak, serta menjadi bertambah sempurna dalam hal kepribadian, pikiran, pengetahuan, dan sebagainya. Dengan demikian, kata "berkembang" tidak saja meliputi aspek yang berarti abstrak seperti pikiran dan pengetahuan, tetapi juga meliputi aspek yang bersifat konkretSecara singkat, perkembangan adalah proses atau tahapan pertumbuhan ke arah yang lebih maju.

Dikutip dari Wikipedia, Organisasi adalah suatu kelompok orang dalam suatu wadah untuk tujuan bersama. Sedangkan menurut para ahli terdapat beberapa pengertian organisasi sebagai berikut:
Ø  Stoner mengatakan bahwa organisasi adalah suatu pola hubungan-hubungan yang melalui mana orang-orang di bawah pengarahan atasan mengejar tujuan bersama.
Ø  James D. Mooney mengemukakan bahwa organisasi adalah bentuk setiap perserikatan manusia untuk mencapai tujuan bersama. 
Ø  Chester I. Bernard berpendapat bahwa organisasi merupakan suatu sistem aktivitas kerja sama yang dilakukan oleh dua orang atau lebih.
Ø  Stephen P. Robbins menyatakan bahwa Organisasi adalah kesatuan (entity) sosial yang dikoordinasikan secara sadar, dengan sebuah batasan yang relatif dapat diidentifikasi, yangbekerja atas dasar yang relatif terus menerus untuk mencapai suatu tujuan bersama atau sekelompok tujuan.

Dari penjelasan diatas dapat disimpulkan bahwa, Perkembangan dan Perubahan Organisasi adalah suatu proses membesar atau meluasnya sebuah organisasi ke arah yang lebih baik.

Faktor – Faktor Penyebab Perubahan dan Perkembangan Organisasi di Dalam Sebuah Komunitas
Faktor– faktor penyebab perubahan organisasi terdiri dari dua faktor, yaitu factor intern dan faktor ekstern.
1.      Faktor Intern adalah segala keseluruhan faktor yang ada di dalam organisasi dimana faktor  tersebut dapat mempengaruhi organisasi dan kegiatan organisasi. Faktor Intern terdiri dari :
a.    Perubahan  kebijakan  lingkungan.
b.    Perubahan struktur organisasi. 
c.    Volume  kegiatan  bertambah  banyak. 
d.    Sikap  dan  perilaku  para  anggota  organisasi.
2.    Faktor Ekstern adalah segala  keseluruhan  faktor  yang  ada  di  luar  organisasi yang dapat mempengaruhi organisasi  dan  kegiatan  organisasi. Faktor ekstern diantaranya terdiri dari :
a.    Politik.
b.    Hukum.
c.    Kebudayaan.
d.    Teknologi.
e.    Sumber  daya  alam.
f.     Kompetisi  yang  semakin  tajam  antar  organisasi..
g.    Perubahan  lingkungan  baik  lingkungan  fisik  maupun  sosial.

Dari faktor-faktor diatas sangatlah besar kemungkinan suatu organisasi dapat berubah, entah kearah yang lebih positif maupun sebaliknya.

Proses Perubahan dan Perkembangan Organisasi di Dalam Sebuah Komunitas

Meskipun banyak sekali konsep - konsep mengenai pengembangan organisasi sekarang ini, yang mungkin akan saling tumpang tindih, barangkali definisi yang dikemukakan oleh Cummings (1996) akan membantu kita untuk dapat lebih memahami konsep pengembangan organisasi. Menurut Cummings (1989), pengembangan organisasi adalah suatu aplikasi konsep atau teori dengan menggunakan suatu sistem di mana konsep-konsep ilmu pengetahuan digunakan untuk mengembangkan organisasi secara terencana dan dengan menggunakan semua strategi yang dimiliki organisasi untuk meningkatkan efektivitas kinerja organisasi. Selanjutnya, Cummings (1989) juga menyatakan bahwa konsep (ilmu pengetahuan) di dalam pengembangan organisasi itu pada dasarnya merupakan faktor-faktor yang membedakan pengembangan organisasi dengan pendekatan lain dalam kaitannya dengan peningkatan kinerja organisasi.

Sementara itu Tyagi (2000) mengajukan pendapatnya, bahwa pengembangan organisasi sebagai suatu usaha yang terencana, sistematis, terorganisasikan, dan lebih bersifat kolaboratif antara prinsip pengetahuan tentang perilaku dan teori organisasi dipadukan dan diaplikasikan (integreated and aplicated) guna meningkatkan kualitas kehidupan organisasi yang tercermin pada peningkatan kesehatan dan vitalitas organisasi. Pendapat Tyagi ini hampir sama dengan pendapat pakar organisasi yang lebih dulu disebutkan, hanya Tyagi lebih memfokuskan pada hasil (outcome) dari OD, yaitu intensitas komunikasi internal organisasi yang meningkat, kompetensi dan harga diri anggota kelompok yang semakin baik, dan adanya pengakuan dari masyarakat bahwa organisasi tersebut telah semakin baik dalam kinerjanya.

Yang dimaksud dengan proses perubahan suatu organisasi adalah tata cara untuk mencapai perubahan organisasi yang lebih baik dan lebih berkembang. Langkah tersebut terdiri dari:
a.    Mengadakan Pengkajian : Dengan kita mengkaji ulang suatu sistem, kita dapat mengetahui apakah suatu organisasi tersbut dapat berjalan dengan baik atau tidak dengan memakai sistem yang lama. Jika tidak ada perubahan dalam organisasi tersebut kita dapat membuat suatu sistem yang lebih baik lagi. Perubahan yang terjadi di luar organisasi itu mencakup berbagai bidang, antara lain politik, ekonomi, teknologi, hukum, sosial budaya dan sebagainya. Perubahan tersebut mempunyai dampak terhadap organisasi, baik dampak yang bersifat negatif maupun positif. Dampak bersifat negatif apabila perubahan itu menjadi hambatan bagi kelancaran, perkembangan dan kemajuan organisasi. Dampak bersifat positif apabila perubahan itu dapat memperlancar kegiatan, perkembangan dan kemajuan organisasi atau dalam bentuk kesempatan-kesempatan baru yang tidak tersedia sebelumnya.
b.    Mengadakan Identifikasi : Yang perlu diidentifikasi adalah dampak perubahan perubahan yang terjadi dalam organisasi. Setiap faktor yang menyebabkan terjadinya perubahan organisasi harus diteliti secara cermat sehingga jelas permasalahannya dan dapat dipecahkan dengan tepat. 
c.    Menetapkan Perubahan : Sebelum langkah-langkah perubahan diambil, pimpinan organisasi harus yakin terlebih dahulu bahwa perubahan memang harus dilakukan, baik dalam rangka meningkatkan kemampuan organisasi maupun dalam rangka mempertahankan eksistensi serta pengembangan dan pertumbuhan organisasi selanjutnya.
d.    Menentukan Strategi : Apabila pimpinan organisasi yakin bahwa perubahan benar-benar harus dilakukan maka pemimpin organisasi harus segera menyusun strategi untuk mewujudkannya. 
e.    Melakukan Evaluasi : Untuk mengetahui apakah hasil dari perubahan itu bersifat positif atau negatif, perlu dilakukan penilaian. Apabila hasil perubahan sesuai dengan harapan berarti berpengaruh postif terhadap organisasi, dan apabila sebaliknya berarti negatif.

Tujuan Perubahan dan Perkembangan Organisasi di Dalam Sebuah Komunitas

Tujuan dari perubahan dan pengembangan organisasi ini adalah untuk meningkatkan suatu kehendak yang kita inginkan untuk mencapai sebuah tujuan yang jelas.
Macam-macam tujuan perubahan dan perkembangan organisasi, yaitu:
1.    Untuk mempererat organisasi satu dengan organisasi yang lainnya.
2.    Untuk meningkatkan mutu dari organisasi tersebut/organisasi yang telah dibuat.
3.    Untuk meningkatkan peranan organisasi di masyarakat luas.
4.    Untuk memberikan dampak positif kepada masyarakat.
5.    Untuk melakukan penyesuaian terhadap perubahan organisasi yang telah dibuat.

Dampak Perubahan dan Perkembangan Organisasi di Dalam Sebuah Komunitas
Dampak perubahan dan pengembangan dalam organisasi dapat menjadi dampak yang positif jika tujuan dari suatu organisai dapat tercapai. Dampak terbagi menjadi dua, yaitu:
1.             Dampak Positif
Dampak yang memberi rasa nyaman kepada masyarakat karena telah mempercayai organisasi yang telah diikuti.

2.             Dampak Negatif
Dampak negatif dari organisasi adalah dapat menimbulkan keresahan di masyarakat, dan berakibat keruntuhan dari organisasi tersebut yang pada akhirnya proses perkembangan organisasi tersebut menjadi gagal total.

STUDY KASUS

Contoh Organisasi Komunitas Yang Berdampak Negatif

Front Pembela Islam (FPI) adalah sebuah organisasi massa Islam bergaris keras yang berpusat di Jakarta. FPI dideklarasikan pada 17 Agustus 1998 di halaman Pondok Pesantren Al Um, Kampung Utan, Ciputat, di Selatan Jakarta oleh sejumlah Habib, Ulama, Mubaligh dan Aktivis Muslim dan disaksikan ratusan santri yang berasal dari daerah Jabotabek. Pendirian organisasi ini hanya empat bulan setelah Presiden Soeharto mundur dari jabatannya, karena pada saat pemerintahan orde baru presiden tidak mentoleransi tindakan ekstrimis dalam bentuk apapun. FPI pun berdiri dengan tujuan untuk menegakkan hukum Islam di negara sekuler.

Selain beberapa kelompok internal, yang disebut oleh FPI sebagai sayap juang, FPI memiliki kelompok Laskar Pembela Islam, kelompok paramiliter dari organisasi tersebut yang kontroversial karena melakukan aksi-aksi penertiban (sweeping) terhadap kegiatan - kegiatan yang dianggap maksiat atau bertentangan dengan syariat Islam terutama pada bulan Ramadan dan seringkali berujung pada kekerasan.

Organisasi ini terkenal dan kontroversial karena aksi - aksinya sejak tahun 1998. Rangkaian aksi yang berujung pada kekerasan sering diperlihatkan dalam media massa. Beberapa waktu yang lalu, organisasi massa Islam ini melakukan aksi unjuk rasa didepan gedung DPRD yang berakhir ricuh. Akibat aksi mereka ini, belasan anggota polisi luka - luka sedangkan 20 anggota FPI diamankan.

Dari contoh diatas, dapat dilihat bahwa organisasi yang awal berdirinya bertujuan untuk menegakkan hukum Islam berkembang menjadi organisasi yang di cap sebagai organisasi anarkis.


Contoh Organisasi Komuitas Yang Berdampak Positif

Koperasi adalah organisasi bisnis yang dimiliki dan dioperasikan oleh orang-seorang demi kepentingan bersama. Koperasi melandaskan kegiatan berdasarkan prinsip gerakan ekonomi rakyat yang berdasarkan asas kekeluargaan. Koperasi diperkenalkan di Indonesia oleh Raden Arta Wiriaatmadja dari Purwokerto, Jawa Tengah pada tahun 1896. Bekerja sama dengan E Sieburg, R. Arta Wiraatmadja mendirikan koperasi kredit sistem Riffeisen. Gerakan koperasi semakin meluas bersamaan dengan munculnya pergerakan nasional menentang penjajahan. Gerakan koperasi semakin meluas bersamaan dengan munculnya pergerakan nasional menentang penjajahan.

Berdirinya Boedi Oetomo, pada tahun 1908 mencoba memajukan koperasi rumah tangga ( koperasi konsumsi ). Serikat Islam pada tahun 1913 membantu memajukan koperasi dengan bantuan modal dan mendirikan Toko Koperasi. Pada tahun 1927, usaha koperasi dilanjutkan oleh Indonesische Studie Club yang kemudian menjadi Persatuan Bangsa Indonesia ( PBI ) di Surabaya. Partai Nasional Indonesia ( PNI ) di dalam kongresnya di Jakarta berusaha menggelorakan semangat operasi sehingga kongres ini sering juga disebut “ kongres koperasi ”. Tujuan nya untuk membantu para anggotanya agar tidak terjerat dengan rentenir.

Setelah Indonesia merdeka semangat mendirikan koperasi bangkit kembali. Pemerintah mendukung penuh atas pendirian koperasi, khususnya melalui UUD 1945, pasal 33 ayat 1 pada tanggal 12 Juli 1947. Hingga saat ini koperasi cukup berkembang pesat dan banyak membantu perekonomian masyarakat khususnya kalangan menengah kebawah.

Dari contoh diatas, dapat disimpulkan bahwa sebuah organisasi jika tetap teguh pada jalurnya dapat berkembang dan membantu masyarakat dalam berbagai bidang khususnya bidang ekonomi. 

PENUTUP

   Kesimpulan

Dari penjelasan diatas dapat disimpulkan bahwa, setiap organisasi komunitas ingin berubah dan berkembang menjadi lebih besar dan lebih baik lagi. Namun pada kenyataannya, tidak dapat dipungkuri bahwa ada beberapa organisasi yang pada saat mereka sudah berkembang, mereka melenceng dari apa yang mereka rencanakan pada awal pembentukan organisasi tersebut.

  Saran

Setiap organisasi komunitas pasti memiliki tujuan dibalik pembentukan organisasi tersebut. Ada yang bertujuan untuk menegakkan hukum, ada yang bertujuan untuk membangun silaturahmi, kepentingan pribadai, ada pula yang dibentuk untuk bertujuan anarkis. Maka dari itu, kita sebagai anggota masyarakat harus menjadi benteng untuk organisasi anarkis tersebut agar tidak berkembang dan memperluas jaringannya.



DAFTAR PUSTAKA

ü  http://yupur66.blogspot.com/2013/03/pengembangan-organisasi_8688.html
ü  http://kahfiehudson.wordpress.com/2011/12/18/pengembangan-organisasi/
ü  http://nandacacingan.blogspot.com/2012/10/makalah-perubahan-dan-perkembangan.html
ü  http://boycharotz1st.blogspot.com/2013/01/perubahan-dan-perkembangan-organisasi.htm
ü  http://id.wikipedia.org/wiki/Organisasi
ü  http://id.wikipedia.org/wiki/Koperasi
ü  http://ekonomi.kompasiana.com/bisnis/2013/12/18/perkembangan-koperasi-dan-ukm
ü  di-indonesia-617617.html
ü  http://wennyekaputri.wordpress.com/2013/10/13/sejarah-perkembangan-koperasi-di-dunia
ü  di-indonesia-2/
ü  http://www.alwanku.com/2013/02/definisi-perkembangan-menurut-para-ahli.html
ü  http://masfiifauzii02.blogspot.com/2013/05/pengertian-perubahan-dan-perkembangan_3.html




Sabtu, 09 Mei 2015

kunjungan media dan objek wisata

  GOES TO MEDIA

Pada hari Rabu tanggal 29 April 2015, mahasiswa/i semester II Jurusan Ilmu Komunikasi STISIPOL Candradimuka Palembang berkumpul di depan lapangan kampus untuk persiapan keberangkatan menuju ke Kantor Redaksi Sumatra Ekspres, Museum Balaputra Dewa, Taman Wisata Punti Kayu, Taman Wisata Bukit Siguntang dan Al-Quran Al-Akbar dalam rangka GOES TO MEDIA. Sebelum berangkat kami semua dibagikan makanan dan minuman. Sesudah itu kami diberi pengarahan oleh Ibu Sumarni Bayu Anita selaku pembina. Setelah kami meneima pengarahan. Sesudah itu kami semua berangkat meninggalkan kampus untuk menuju ke Kantor Redaksi Sumatra Ekspres. Di perjalanan, kami semua juga mendapat pengarahan dari pihak dosen.

 Beberapa saat kemudian, kami semua sampai di tujuan yaitu kantor redaksi SUMEK. Dikantor sumek kami diberikan pengarahan tentang tata cara pembuatan berita dengan baik dan benar oleh bapak Anton belajar membuat berita harusnya anda memahami terlebih dahulu tentang 5W+1H YAITU what, why, who, where, when, dan how . Dia berkata kesederhanaan tidak sombong rendah hati serta pintar akal dan batin. Itulah kunci kesuksesannya. Dia juga membahas tentang para media ini berfungsi untuk mencerdaskan bangsa. Karena di setiap orang mempunyai keinginan masing-masing misalnya pada bahasa tubuh, ucapan, bahasa tertulis dan semua itu harus kita jaga dengan saling menjaga hubungan baik. 
 
Setelah mendengarkan pemapahan di kantor redaksi SUMEK kami berkesempatan berfoto didepan kantor dan kembali melanjutkan perjanan ke Museum Balaputra Dewa. Sesampainya di museum kami dipandu oleh Bapak Hotman Gani (28) dia menceritakan bahwa museum yang mempunyai berbagai macam peninggalan dari berbagai macam jenis patung, arca, guci, rumah adat, baju pengantin, songket dan masi banyak lainnya. Merupakan peninggalan yang sangat bersejarah. Seharusnya kita sadar bahwa semua itu harus di jaga dan kita juga tidak perlumalu untuk memperkenalkannya kepada daerah lain maupun negara luar.  

Hari semakin siang dan tiba waktunya menuju bukit siguntang untuk makan siang bersama. Setibanya kami di sana kami di sambut dengan suasana yang sejuk dan panorama alam yang sangat menakjubkan. Ternyata di bukit siguntang juga banyak sekali terdapat peninggalan makam, arca, patung dan masi banyak lagi yang menceritakan tentang kerajaan sriwijaya pada masa lalu. Setelah setelah selesai makan siang dan berjalan-jalan dibukit siguntang kami melanjutkan kembali perjalanan kami yaitu menuju Al-Quran Al-Akbar.

Sesampainya kami di alquran al-akbar kami di sambut oleh bapak Syahroni(93) sebagai pengurus dia bercerita bahwa Alquran al-akbar ini merupakan satu-satunya al-quran terbasar di dunia. Pendiri Al-quran Al- akbar sendiri yaitu H.Syofatillah Mohzaib dia juga pengasuh pesantren modren di Al Insaniyah.

Begitu besar dan banyak peninggaan-peninggal bersejarah di palembang yang harus kita jaga dan rawat. Andai kata semua pemuda mau dan bangkit untuk membangun dan mengharumkan semua itu pasti akan ada waktunya.  

GOES TO MEDIA






Laporan Kunjungan Media Dan Objek Wisata Palembang
Pada tanggal 29 April lalu, mata kuliah Dasar-dasar Jurnalistik mengadakan kunjungan media dan Objek Wisata Palembang. Tempat-tempat yang kami kunjungi merupakan tempat pusat peninggalan kerajaan sriwiyaya pada masa dulu. Sehingga hampir seluruh bangunan yang ada merupakan bangunan-bangunan tua peninggalan kerajaan sriwijaya yang dibangun menurut arsitektur Kuno.
Dalam perjalanan ini, banyak sekali hal-hal yang dapat dipelajari sehubungan dengan kuliah Ilmu Komunikasi. Peninggalan atau aset lama merupakan salah satu contoh yang saya ambil sebagai bahasan untuk laporan kunjungan media dan objek wisata. Yang dapat saya pelajari tentang peninggalan atau aset pada perjalan ini adalah bagaimana sebuah peninggalan menjadi aset berharga, baik dalam bentuk bangunan bersejara dan makam peninggalan yang dapat terlihat bentuknya oleh peninggala itu sendiri. Selain taman wisata Bukit Siguntang kami juga mengunjungi berbagai macam tempat media dan objek wisata diantaranya kator Redaksi Sumatra Ekspres, Museum Balaputra Dewa, Taman Wisata Punti Kayu, dan Al-Quran  Al-Akbar.
Sumber gambar. Kreasi penulis dari berbagai sumber gambar
Hal ini dapat kita lihat dengan mengambil contoh pada sejarah taman wisata Bukit Siguntang. Berdasarkan cerita legenda dan dongeng, setiap tokoh yang dimakamkan itu memiliki karisma dan sejarah masing-masing. Kini, masing-masing makam yang berada di kaki bukit dan mengarah ke puncak bukit masih terawat baik. Dari hasil penemuan pada tahun 1920 di sekitar bukit ini telah ditemukan sebuah patung (arca) Buddha bergaya seni Amarawati yang raut wajah Srilangka berasal dari abad XI masehi yang sekarang diletakkan di halaman Museum Sultan Mahmud Badaruddin II.
Tempat ini sampai sekarang masih tetap dikeramatkan karena di sini terdapat beberapa makam Raja Sriwijaya. Di antaranya Radja Si Gentar Alam, Putri Kembang Dadar, Panglima Bagus Kuning, Panglima Bagus Karang, Putri Rambut Selako, Pangeran Radja Batu Api, Panglima Tuan Djundjungan. Para tokoh itu berasal dari masa akhir Kerajaan Sriwijaya dari Mataram Hindu dan keturunan Majapahit.

Nyai Atun (80), salah seorang juru kunci yang berasal dari Pacitan, Jawa Timur, sudah puluhan tahun kerja di sana. Saat ditemui Suara SJI, Atun menyayangkan tak ada petunjuk khusus yang bisa didapatkan soal sejarah dan bagaimana keberadaan makam-makam itu. ”Di depan makam hanya tertulis nama tokoh dengan tujuh makam Raja Sriwijaya, tanpa keterangan sedikit pun,” ungkapnya.

Menurut Atun, Kerajaan Sriwijaya memiliki hubungan dengan Mataram kuno dan Majapahit yang pusat kerajaannya berada di Kota Palembang. Hal ini dikuatkan dengan foto udara yang menggambarkan adanya kanal-kanal yang menunjukkan tempat pertahanan atau benteng dari kerajaan.

Sebaliknya, Kepala Bidang Objek Pariwisata Kota Palembang Ahmad Zazuli mengatakan, di Bukit Siguntang terdapat delapan makam. Yang terakhir adalah Panglima Jago Lawang. “Memang tak begitu jelas tentang keberadaan makam itu. Yang pasti, makam itu berada di dataran tinggi untuk menghindari banjir,” ujarnya.

Bukit Siguntang pernah menjadi pusat Kerajaan Palembang yang dipimpin Parameswara, adipati di bawah Kerajaan Majapahit. Sekitar tahun 1511, Parameswara memisahkan diri dari Majapahit dan merantau ke Malaka. Di sana ia sempat bentrok dengan pasukan Portugis yang hendak menjajah Nusantara. Adipati itu menikah dengan putri penguasa Malaka, menjadi raja, dan menurunkan raja-raja Melayu yang berkuasa di Malaysia, Singapura, dan Sumatera.

Radja Sigentar Alam merupakan raja tertua di antara tujuh raja Sriwijaya. Kisah perjalanan Raja Macedonia ini, menurut versi cerita rakyat Melayu, adalah cerita tentang Radja Sigentar Alam. Nama aslinya Iskandar Zulkarnain Sahalam, dengan nama serumpun Malaysia Johor. Kakaknya bernama Permai Swana dengan nama asli Datuk Iskandar Sahalam yang berada di Malaysia Johor.

Radja Sigentar Alam berasal dari Kerajaan Mataram Kuno Majapahit, yang menganut agama Hindu-Buddha. Datang ke Lembang Melayu membawa kapal mengarungi samudera hingga tiba di Lancang Kuning. “Ketika datang ke sini jangkarnya terkait di tanah segumpal, karena masa dulu semua dunia merupakan samudra laut yang luas. Kapal tersebut terdampar, kemudian menghilang,” tutur Atun sembari merangkai kembang tujuh warna itu.

Lain halnya dengan Putri Kembang Dadar, seorang putri dari kahyangan dengan nama asli Putri Bunga Malur, anak Bunda Kahyangan. Percaya atau tidak, kalau Putri Kembang Dadar ini berada di atas kahyangan, maka langit menjadi mendung, gelap dan berpelangi. ”Sebaliknya, apabila ia turun dari atas kahyangan, maka petir dan hujan pun akan turun,” ungkapnya.

Sekitar tahun 1554, muncul Kerajaan Palembang yang dirintis Ki Gede Ing Suro, seorang pelarian Kerajaan Pajang, Jawa Tengah. Kerajaan ini juga mengeramatkan Bukit Siguntang dengan mengubur jenazah Panglima Bagus Sekuning dan Panglima Bagus Karang. Keduanya sama-sama berasal dari Mataram Kuno Majapahit. Kedua tokoh itu berjasa memimpin pasukan kerajaan saat menundukkan pasukan Kesultanan Banten yang menyerang Palembang.

Berbeda lagi dengan Putri Rambut Selako. Nama aslinya Putri Kencana Bungo, berasal dari Keraton Yogya, anak dari Prabu Wijaya. Pangeran Radja Batu Api berasal dari Jeddah, sedangkan Panglima Tuan Djundjungan berasal dari Arab yang menyebarkan agama Islam.

Aan (23), salah satu warga Bukit Siguntang sekaligus pengunjung yang ditemui bersama tiga temannya mengatakan, biasanya mereka datang ke tempat itu untuk foto-foto sambil menikmati suasana di sore hari. ”Tempat wisata ini harus dijaga agar tidak rusak. Pemerintah juga harus peduli terhadap wisata yang kita miliki sekarang,” ujarnya.

Meski tak bisa menjamin akan mendapatkan jawaban atas misteri para tokoh sejarah yang dimakamkan di bukit ini, minimal kita akan melihat bukti nyata bahwa para tokoh dalam cerita itu dan lokasi makam yang penuh dengan misteri dan teka-teki, memang benar ada. Akan tetapi taman wisata bukit siguntang ini akan tetap menjadi salah satu objek wisata yang banyak peminatnya.









 
.





Sumber gambar. Kreasi penulis dari berbagai sumber gambar